-->

Tiada Hasil Tanpa Sebuah Proses | Adminnya Tamvan dan Berani

Wednesday, July 23, 2014

Resolusi PBB terkait penembakan MH17

Resolusi PBB terkait penembakan MH17

Kangfikri.com | Resolusi PBB terkait penembakan MH17 - mungkin berita ini sudah banyak tersebar di berbagai media sosial baik itu di tv,koran dan media lainnya.tepatnya tanggal 17 juli 2014 pesawat milik malaysia yakni MH17 jatuh tertembak sebuah rudal di timur ukraina tepatnya dekat perbatasan rusia.menariknya lagi tanggal jatuh nya pesawat ini sama seperti nama pesawat nya yakni MH17 yaitu bertepatan tanggal 17 , entah ini kebetulan atau apa ?

Pesawat ini dikabarkan jatuh 50 sampai 80 kilometers (31 hingga 50 mil) sebelum memasuki ruang udara Rusia.Laporan awal Reuters menyatakan bahwa pemerintah Ukraina menduga pesawat ini ditembak jatuh oleh rudal permukaan-ke-udara Buk pada ketinggian 10.000 m (33,000 kaki).

Daftar Penumpang malaysia airlines ini berjumlah 283 dan 15 awak.yang dikabawkan semuanya tewas dalam kejadian terebut.
berikut daftar penumpang menurut negara yang menggunakan pesawat ini,yang kangfikri liat di tv semuanya tewas.
Resolusi PBB terkait penembakan MH17



PBB pun mensahkan sebuah resolusi yang menuntut akses tim penyidik internasional independen ke lokasi kecelakaan pesawat Malaysia Airlines yang jatuh di timur Ukraina ini.
Kasus penembakan pesawat Malaysia Airlines sepertinya turut menambah kerumitan krisis di Ukraina. Mungkin sebelum tragedi itu terjadi, tidak ada yang menyangka bahwa sebuah variabel lain dengan nama penembakan pesawat sipil dan sikap saling tuding antara Kiev dan  separatis telah memperburuk krisis Ukraina dan mengubahnya menjadi sebuah krisis internasional.

Di satu sisi, Barat bersama pemerintah Kiev menuding kelompok separatis di timur Ukraina terlibat langsung dalam penembakan pesawat Malaysia Airlines dan mereka juga menganggap Rusia sebagai pemicu utama terjadinya insiden itu karena memasok sistem pertahanan udara kepada pemberontak.

Resolusi PBB terkait penembakan MH17

Sementara di sisi lain, Rusia merilis gambar satelit yang menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara militer Ukraina telah dipasang di sekitar lokasi kejadian. Dan dalam sebuah klaim terbarunya, Moskow menyatakan bahwa jet tempur Ukraina bertanggung jawab atas penembakan pesawat Malaysia Airlines.

Menurut Rusia, selisih waktu penerbangan Malaysia Airlines dengan pesawat Presiden Vladimir Putin serta kemiripan tampilan kedua burung besi itu membuat militer Ukraina keliru dalam mengindentifikasi target dan akhirnya menembak pesawat Malaysia Airlines.

Tekanan para pemimpin Barat terhadap Rusia dan resolusi Dewan Keamanan PBB telah mendorong Putin setuju untuk meyakinkan pemimpin pemberontak Ukraina untuk membuka akses ke lokasi kejadian dan memindahkan jenazah para korban.

Ada banyak spekulasi yang berkembang seputar faktor jatuhnya pesawat naas tersebut dan untuk saat ini belum bisa dipastikan pihak mana yang harus bertanggung jawab. Akan tetapi, jika kasus ini berhasil diungkap oleh tim penyidik internasional, pihak yang bersalah harus siap dengan konsekuensi yang serius.
Dapat diprediksi bahwa jika pelaku kejahatan itu benar-benar terungkap, mereka tidak hanya akan menerima kecaman dunia internasional, tapi mungkin juga akan turut mengubah jalannya peristiwa di Ukraina.

Jika kelompok separatis terbukti bersalah dalam insiden itu, mereka akan dinyatakan sebagai penjahat perang dan hal ini tentu saja akan memperlemah posisi mereka di tingkat lokal dan regional. Selain itu, Rusia juga akan kena getahnya sebagai pendukung utama pemberontak dan negara itu harus siap menerima konsekuensi politik dan hukum.

Akan tetapi, jika militer Ukraina divonis bersalah dalam penembakan itu, masalah ini akan memperkuat posisi Rusia terhadap krisis di Ukraina dan di sisi lain, Moskow juga dapat menyatakan Kiev sebagai penjahat karena berupaya meneror Presiden Putin dengan cara menembak pesawat yang ia tumpangi. (IRIB Indonesia/RM).


Previous
Next Post »

Post a Comment

[-]Berkomentar sesuai topik pembahasan
[-]Dilarang promosi,Sara,nyebar link por*o
[-]Dilarang menyebarkan link aktif